Tuesday, September 23, 2014

Desain Rumah Minimalis Type 36 TERBARU

Desain Rumah Minimalis Type 36 TERBARU - Makin banyaknya desain rumah minimalis yang bisa kita dapatkan secara mudah di internet membuat kita semakin bingung untuk memilih desain rumah yang mana yang cocok untuk kita pakai.

Desain rumah minimalis terkadang membuat berbagai macam pilihan dan rasanya semua pilihan tersebut ingin kita pakai. Anda harus jeli dalam memilih desain yang tepat guna mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita dan tentunya juga sesuai dengan orang lain seperti saudara, suami, atau anak-anak kita.

Banyak pilihan desain rumah minimalis seperti desain rumah minimalis type 36 2 lantai, desain rumah minimalis type 36 1 lantai atau desain rumah minimalis type 36/72 dan jika anda mendapatkan pilihan yang sudah sesuai, maka sebaiknya anda tanyakan dulu pertimbangan orang lain perihal desain yang akan diterapkan. Jangan langsung menyewa orang untuk membuat sesuai dengan desain rumah minimalis tersebut.

Desain Rumah Minimalis Type 36/84

Desain rumah minimalis jenis ini yang mungkin akan saya share karena mengingat banyak yang mencarinya. Ya, jenis atau type 36/84 adalah jenis rumah dengan ukuran yang relatif tidak sempit dan tidak juga luas. Anda bisa menerapkan beberapa desain yang ada guna mendapatkan nuansa rumah yang lebih nyaman dan asri.

Gambar Desain Rumah Minimalis Type 36/84 Rekomendasi :


Walau terbilang cukup sederhana, desain rumah type 36/84 diatas saya kira adalah desain rumah yang sangat pas untuk anda terapkan. Biasanya desain rumah tersebut serng digunakan oleh perumahan-perumahan dan jika anda pernah mendapati desain yang serupa seperti diatas, maka saya sarankan untuk bertanya tentang harga, mungkin anda bisa memberikan komentar dibawah artikel ini agar pengunjung yang lain tahu kisaran harga dari rumah minimalis type 36/84 seperti diatas.

Sebagai awal posting kali ini saya rasa cukup sedikit dulu yang saya share. Lain kali akan saya ulas lebih dalam tentang bagaimana memilih desain yang tepat baik untuk rumah minimalis, modern atau tradisional. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berkunjung kembali membaca artikel terbaru seputar dunia desain rumah seperti informasi tentang Desain Rumah Minimalis Type 36 TERBARU diatas.

 



Wednesday, January 15, 2014

Tukang Beca Penikmat Pria ( Gay Story )



Sepulangnya aku dari rumah temanku, tak terasa malam sudah semakin larut, jalanan sepi dan berkurangnya angkutan umum membuat diriku terpakasa harus berjalan menyusuri jalan ini sendirian, seperti tidak ada tanda –tanda kehidupan pada saat itu, memang daerah temanku tinggal berada di kabupaten, hanya beberapa motor saja yang melewat itupun cukup jarang aku temui, biasanya ada tukang ojek yang mengantarku samapai terminal di bawah, tapi entah kemana dia malam ini, cuaca dingin dengan hembusan angin yang terus menerus menemaniku membuat diriku menarik ke atas steling jaket dan memasukan tanganku ke saku celana.

Masih saja kaki ini melangkah, cukup jauh memang hingga aku sampai di terminal angkutan umum yang biasa aku mendapatkan angkutan umum untuk sampai ke rumah ku. Hingga akhinya di pertengahan jalan ku melihat ada warung kecil yang masih buka dengan satu pembeli. Berniat untuk membeli rokok, akupun menuju ke warung kecil itu dan membeli beberapa batang rokok untuk menemani ku selama perjalanan.

Terlihat ada seseorang yang sedang asik duduk di atas kursi yang tidak jauh dari warung itu, di sebelah dia duduk, ada beca yang sedang di parkirkan, entah siapa pemilik beca ini, tapi sepertinya pria yang sedang santai itu adalah pemilik beca tersebut, akupun bertanya kepada pemilik warung, ternyata pria bertopi yang sedang asik dengan kopinya itu adalah mang beca yang biasa mangkal di warung ini. Akupun berniat menyewanya untuk mengantarku sampai aku ketemu angkutan umum atau lebih bagusnya dia mau mengantarku sampai terminal di bawah sana.

Kusapa dia sambil menanyakan apakah mau mengantarku ke terminal, dengan sigap dia berdiri dan kembali bertanya kepadaku arah yang mau dituju, setelah negosisasi harga dan kesepakatan, akhinya aku naik beca itu dan berjalan menuju arah terminal, syukurlah aku bisa ada tumpangan walau saja masih jauh jalan yang ku tempuh, tapi setidaknya aku tidak menghabiskan waktu berjalan dengan kakiku sendiri. Sepertinya tukang beca yang aku temui ini baik, selama perjalanan dia sangat ramah kepadaku dan selalu menemaniku dengan obrolnya, supaya tidak terasa sepi dan jenuh mungkin, kulihat pria yang berkulit sawo matang ini sepertinya masih muda, sekitar umur 34 dan memiliki tinggi yang tidak jauh dengan diriku.

Sempat ku melihat kearah belakang, aku melihat begitu jelas jiblakan kontolnya di celana jeans yang dia kenakan, tanpa sadar dan masih saja dia mengajak ngobrol diriku, aku tetap memperhatikan tonjolan itu terus menerus, hingga membuat birahiku naik dan napsu ini muncul seiring dengan mengerasnya kontolku. Dapat kurasakan celana ku tidak seperti biasanya, mungkin dari menegangnya dan mengerasnya kontolku, akupun memotong pembicaran yang dia lontarkan kepadaku.

Aku pria berumur 27 tahun dengan berat 85kg dan tinggi 178 sedikit berotot karena diriku suka mengunjungi tempat olah raga yang tidak jauh dari tempat diriku tinggal. Sedikit ku menanyakan apakah dia sudah berumah tangga dan memiliki anak, tukang beca yang berada di balakangku pun segera menjabawanya, dia hanya tinggal bersama teman-temanya yang berpropesi sama seperti dirinya, karena dia belum mendapatkan uang dari malam, mangka dari itu dia berniat mencari penumpang di tempat warung tadi.

Istrinya dan anaknya jauh di kampung, dia tidak bisa membawanya kesni karena tempat tinggal yang tidak memadai, terlintas di pikiranku, bagaimana jika dia sedang birahi seperti diriku saat ini, siapa yang menemani melampiaskan hasratnya ?, sedikit aku malu untuk menayakan itu kepadanya, dia hanya menjawab bahwa jikala ada waktu dan birahinya sedang naik, tangan dan sabunlah yang menjadi temanya, sambil tertawa dia mengungkapkan itu kepadaku.

Dia membalasku dengan bertanya, apakah diriku sudah memiliki istri, malu rasanya dan akupun segera menjawab bahwa diriku sedang fokus terhadap pekerjaanku saat ini, aku menekankan bahwa aku masih senang hidup sendiri, aku masih merasa banyak teman dan keluargaku yang bisa membuatku tidak bosan untuk menjalani hidup ini. Seakan dia membalas pertanyaanku tadi kepadanya, aku pun membalas bahwa jika aku sedang birahi, aku lakukan sama seperti dengan dirinya, syukur-syukur jika ada teman mau pria atau wanita aku siap saja untuk melayani dan di layani, walau tetap mataku tertuju pada batang kontol yang masih tertutup oleh celana itu.

Tak menyangka dengan ungkapan dari mulutnya, ternyata pria ini yang aku kenal dengan nama Asep, dia pernah bersetubuh dengan seorang pria, walau sudah cukup lama itu terjadi tapi dia merasa begitu nikmat dan tidak bisa melupakanya bahkan dia masih ingin melakukanya lagi, tanpa malu dan basa-basi dia mengatakan bahwa lubang pantat pria itu sangat enak karena bisa menghisap kontolnya, sedikit ku mendengarkan perkataanya tadi, seakan diriku di beri lampu hijau olehnya, segera ku raih tonjolan di belakangku ini ku elus dan ku pegang sambil ku bertanya, apakah dia mau mempraktekan itu kepada diriku.

Sedikit dia malu dan menyanjung diriku, karena dia merasa tidak pantas untukku, akupun segera meraih paha dan perutnya sambil mengatakan bahwa aku sedang ingin bercinta malam ini, jujur karena suasana sepi dan pemandangan dari celananya membuat napsu di diriku seakan minta di lampiaskan, Asep pun memberhentikan becanya di pinggir jalan, sambil dia turun dan melangkah menuju arahku, dia menyakinkanku untuk mau melakukan hubungan sex dengan dirinya, sambil membuka sleting celana dan menonjolkan kepala kontolnya kepada diriku, betapa kagenta diriku, besar dan keras itu keadaan kontolnya sekarang, seakan memintaku untuk memeganya, tanganku yang dingin ini pun segera meraih dan mencekram batang kontolnya itu.

Sedikit ku sadar betapa bagusnya barang yang dia miliki, aku bertanya kepadanya, benda apa yang ada di dalam batangnya ini, dengan seyum kecil kepada mukaku, dia memberitau bahwa itu adalah tasbih untuk memuaskan vagina wanita, tak hanya satu tapi 3 buah yang kurasakan tanganku saat itu, sedikit ku pastikan jalanan masih sepi, aku bertanya kembali kepadanya dimana kita bisa memulai permainan ini, kembali ke kursi becanya dengan posisi kontol yang terbuka dia mengajakku ke sebuah gubuk di salah satu daerah yang belum aku tau dimana itu letaknya, karena aku sudah dikuasai napsu dan birahi, akupun tetap duduk di posisiku sambil memegang dan sesekali mengocok kontolnya dari arah belakangku.

Sepertinya duburku belum pernah mendapatkan kontol seperti ini, dengan perasaan yang masih menggebu-gebu dan sudah tidak tahan ingin meraskanya, akhinya kita sampai ketempat yang dia maksud itu, gubuk yang kecil mengarah ke sawah yang jauh dari jalan besar dan dari rumah penduduk sekitar, sepertinya tempat ini pas dan cocok untuk menjadi tempat permainan kita. Segera dia turun dan menyuruhku mengikutinya untuk masuk ke gubuk itu, tak lama dari itu dia segera duduk dan menurunkan celana panjangnya tanpa menggunakan celana dalam, saat itu aku bisa melihat dengan jelas batang kejantanan tukang beca ini memang besar dan panjang di tambah 3 buah tasbih yang seakan menarik perhatianku untuk segera menikmatinya.

Tanpa banyak buang waktu, segera aku hisap dengan lidah dan mulutku, ku rasakan keras akan otot dan batangnya yang sudah besar dan memanjang ini, seakan semakin membuat diriku menjadi lebih merasa birahi dan napsu, dengan liar aku perlihatkan gayaku memainkan lidah di batang kontolnya, rasa hangat dan bau khas pria ini membuat aku semangat untuk mengulum, menghisap dan menjilat semua batang kontol dan bulu bulu yang ada di hadapanku saat ini. Buah zakar yang ikut mengeraspun tak luput dari basahnya air liur mulutku.

Begitu nikmatnya aku dengan kontol baru ini, butiran tasbi yang ada membuat aku semakin beringas untuk terus memanjakan tukang beca ini, desahan demi desahan puhun terdengar dari mulutnya, kini tanganya meraih kepalaku dan badanya mengangkat sedikit, seakan mulutku menjadi luabng yang siap dihantam dan di gesek oleh kontol yang keras ini, sampai beberapa kali dia menahan masuk kedalam kerongkonganku, tersendak dan ingin muntah pun tidak bisa aku kelak, tapi itu seperti membuat dia dan diriku asik dengan kejadian yang terus menerus sampai ku rasakan cairan birahi masuk kedalam mulutku.

Berbeda dengan biasanya, cairan birahi ini cukup banyak aku telan, terpikir ini adalah peju miliknya, akupun tarik mulutku dan ku perhatikan lidah serta kontol yang terus berdenut, dia menyakinkan bahwa dirinya belum mengeluarkan seteres peju, yang aku telan itu hanya cairan birahi seiring betapa napsunya tukang beca ini karena ulah lidah dan mulutku. Sambil terseyum kembali mulutku yang liar ini melakukan tugasnya, kini aku merasa begitu besar kontol di mulutku, hawa dingin yang kini menjadi panas semakin mejadikan diriku semakin lepas kendali.

Kini dia meraih badanku, dihisapnya mulut dan lidahku dengan kasar, tanganya memelukku sambil meremas pantatku, aku dibuay olehnya saat ini, dengan pasrah ku berikan semua tubuhku untuk dia nikmati, masih dalam lidahku dan bibirku di kulum oleh mulutnya, kini jemarinya masuk kedalam baju kaosku, dada dan putingku di remas dan di tarik terus menerus, aku hanya bisa mengikuti permainanya dan menikmati setiap yang dialakukan kepadaku.

Kini tangan satunya meraih masuk kedalm pantatku, tanpa banyak basa-basi, luabngku dimainkan oleh jemarinya yang kasar itu, aku rasakan jari tengah andalanya kini sudah masuk di lubang duburku, serentak dengan desahanku kepadanya. Aku seperti di belenggu oleh napsu dan birahi yang semakin menggebu-gebu, tanpa perintah aku buka semua pakaianku serta celanaku, kini aku telanjang penuh di depanya, kembali dia memujiku, mungkin karena badanku yang bersih dan terawat, seakan dia mendapatkan barang bagus baginya. Kini dia memintaku untuk menungging, sadar bahwa dia ingin menjilat pantatku, segera aku naik ke atas dan memberikan pantaku yang sudah haus ini kepada mukanya, lidah dan air liur miliknya kini sudah membasahi semua pantat dan lunbang duburku, aku sangat menikmati setiap dia memainkan lidahnya di sekiat anusku, bahkan ketika dia menghisap lubangku dan memasukan jarinya kedalam.

Sungguh aku tidak menyesel bertemu dengan nya, pria yang memuaskan ku ini ternyata pintar dalam berhubungan, kini tanganya meraih kontolku yang sudah menegang, tak hanya itu lidah dan mulutnya begitu rakus akan menghisap dan menjilay seluruh bagian kontolku, jembutku pun dibuat basah olehnya, semakin saja diriku tidak bisa menahan begitu nikmatnya pria ini, hingga tak sadarkan diri, kini dia memasukan bantang kontolnya ke dalam anusku dengan begitu kasar, dia menahan mulutku dengan memasukan jarinya untuk aku hisap, sementara kontolnya di gesekan terus menerus secara kasar di anusku, dada dan mulutku pun penuh akan permainan jari jari tangnya. Sesekali aku menggigit karena merasa sakit di bokongku, tapi dia menampar pantatku dengan tanganya dan kembali menggenjot luang anusku.

Tangnya kini merik dadaku hingga aku berdiri membelakangi dirinya, kontol yang masih dalam emutan anusku, membuat diriku di sodomi sambil berdiri, sungguh di luar rencana, akupun hanya bisa menikmati dan pasrah kembali dibuatnya, Sambil mengocok kontolku dan menghantam duburku, dia menjilati telingan pipi hingga kembali menghisap mulutku, semakin panas yang kurasakan, cucuran demi cucuran keringan pun sudah membasahi kita berdua. Benar benar nikmat dan kuat pria ini, kini aku menjadi budak napsu dari tukang beca ini, aku berpikir, apakah dia melakukan hal yang sama waktu itu seperti yang aku rasakan sekarang.

Sampai entah berapa lama aku rasakan, kini dia memintaku untuk tidur di depanya, sekrang kakiku diangkat keatasnya dan lubangku dibasahi oleh liurnya, kembali dengan sangat kasar kontolnya yang masih tegang itu di masukan kedalam anusku, aku hanya bisa menjerit kesakitan tapi segera dia menutup mulutku oleh mulutnya. Sambil terus meremas dadaku dan mengocok kontolku, dia meyodomiku secara brutas, urat-urat dan kerasnya kontol itu sangat aku rasakan menggesek dinding anusku, hingga aku sudah tidak kuat untuk menahan peju yang muncrat seiring desahan kerasku kepadanya, di tahan kedua tanganku sambil terus mengocok kontolku yang sudah basah kini oleh pejuku sendiri, raut muka di wajahnya sangat terlihat begitu menikmati, sekrang di tariknya kontolnya yang masih saja tegang itu dari anusku, ceceran peju di perut dan tanganya dia oleska kekontolnya hingga basah semua, tak lama dari itu dia tancap kembali untuk mengesekan kontolnya di anusku.

Sungguh kenikmatan tiada tara, sangat beruntung dan puasnya diriku malam ini, kini dia memelukku erat sambil menghisap leher dan telingaku, aku tau dia sudah mencapai kelimak, ternyata benar, kini kontolnya dia lepaskan dari anusku, sambil terus di kocoknya kontol yang besar berurat itu mau mengeluarkan pejunya, tapi aku meminta untuk dia kelurakan di dalam anusku, sambil terus mengocok dan tak lama dia berdesah yang dalam, kini kontolnya dia masukan kemabali ke anusku, dengan tangan di buluku dan di pentilku, aku rasakan muncratan peju yang hangat itu kini sudah masuk kedalam dan memenuhi ruang duburku, entah berapa kali dia mengeluarkan carian itu, hingga kontolnya yang belum lemas itu keluar dan dia masukan kembali sambil di gesekan di dalam anusku, tetesan keringat dan cengkraman tanganya sangat ku rasakan, desah demi desahan dan raut muka yang begitu sangat puas akan hubungan sex ini membuat diriku berpikir sepertinya dia sudah lama tidak melakukan hubungan ini.

Hingga akhirnya kita berbaring berdua di dalam gubuk ini, tersadar di pikiranku setelah beberapa menit beristirahat karena merasa lemas dan sangat cape, aku lihat jam di tanganku dan segera menggunakan pakaian kembali, sambil aku sibuk merapihkan pakaianku, dia memintaku ku untuk kembali lain waktu, segera aku menjawab dari pertanyaan itu, kapanku dia mau aku siap melayani napsu liar yang kasar itu, bahkan dia menawarkan temanya yang tidak kalah kuatnya dari dia untuk sama sama menikmati tubuhku, sambil ku meminta dia agar mengantarku menuju terminal, aku anggukan kepala sambil terseyum dan melangkah menuju beca yang di parkir di depan jalan itu.



Tuesday, January 14, 2014

Memuaskan Kejantanan Supir Angkot ( Gay Story )



Bisa dikatan diriku sangat menyukai untuk melakukan hubungan sex, tidak bisa di pungkiri jika napsu ini sudah datang dan tidak bisa terbendung, banyak hal dan ide sering aku lakukan walaupun tidak sedikit tercapai dengan sempurna. Akulah Doni anak hukum di salah satu perguruan tinggi di kota ini, selain sibuk dengan kuliahku, aku sering menghabiskan waktu di depan komputer, bukan karena membuat tugas saja akan tapi sibuk di dunia maya untuk mencari patner sex, walau memiliki kriteria untuk berhubungan sex, tapi ada kalanya semua aku terima tanpa memandang bulu, hanya untuk memenuhi birahi ku ini.

Tangan yang sering menjadi pendampingku dikala aku napsu sudah menjadi hal yang rutin, banyak pria yang sering ku ajak untuk sekedar berhubungan sex, tidak hanya cepat bosan akan satu atau dua pria yang aku temui, tapi varian sex sangatlah aku cari. Dari media sosial hingga situs dewasa menjadi favoritku di depan komputer, dari hanya sekedar melihat dan menonton, hasil download film yang kusuka pun penuh di dalam harddisk ku.

Diantara teman-teman dan keluargaku, sikapku akan ketertarikan kepada pria sangat ku jaga, walau mungkin beberapa orang sudah mulai curiga karena keteledoranku sendiri, tapi itu semua tidak pernah membuat diriku jera akan terus mencari patner sex, pria dengan lekuk tubuh sexy berpenampilan menarik dan berbulu itu sangat menjadi incaranku. Aku sadar aku memiliki kelainan ini, tapi aku tidak menyesal akan semua ini, apapun akan ku cari dan kulakuakn demi dapat patner untuk berhubungan sex.
Malam ini aku terbangun karena cuaca membuatku sangat gerah, setelah kunyalan rokok di kamarku, segara aku berselancar di dunia manya, tak kalawaktu itu napsu diriku keluar kembali dan ingin dilampiaskan, berniat mencari orang di jalanan, akhirnya ku putuskan untuk keluar rumah sambil ku mencari makan dan menghilangkan hawa panas ini, segera ku melangkah dan melaju menggunakan motorku menuju tengah kota. Masih saja cuaca terasa sangat panas, tersadar aku akan musim kemarau segera aku berparkir di salah satu mini market dan membeli rokok serta minuman ringan yang kutemui di tepi jalan.
Santai sambil menikmati minuman dan rokok yang baru ku beli, terlihat di sebrang seorang pria yang sedang mencuci angkotnya, sambil ku perhatikan ternyata pria itu hanya menggunakan celana pendek tanpa baju dan sadal jepit saja. Badanya tidak kurus maupun gemuk tapi berisi, tingginya sama dengan diriku, mungkin dia merasa gerah sama sepertiku, sedikit ku perhatikan ke jalanan, ternyata jalanan pada saat itu sangat sepi, warung dan penjual makanan sudah tutup, jadi  hanya tinggal aku penjaga mini market 2 orang di dalam dan pria yang mencuci mobil di depanku ini saja.

Napsu ini tiba-tiba muncul setelah lama memeperhatikan kesexyan tubuh pria di sebrang jalan itu, hingga akhinya diriku berniat menghampiri dan ingin melihat sedikit lebih jelas apa yang kuperhatikan tadi, setelah ku menyebrang jalan dan menyapanya teryata dia adalh pemilik angkot tersebut , karena penumpang sepi dan tidak bisa tidur oleh cuaca yang gerah ini, diapun berinisiatif  untuk mencuci dan membersihkan mobil angkotnya. Sedikit berbasa basi sambil menawarkan minum dan rokok yang kubawa, akhinya kita saling kenalan, pria asal sebrang ini sudah hampir 2 tahun menjadi supir, tadinya ada keneknya cuma dia sedang kembali ke kampung karena ada urusan. 

Sambil ku mengajak ngobrol dia, Toms nama panggilanya itu, dia tetap membalasnya walau tangan dan perhatian matanya tertuju pada angkot yang sedang di cucinya.Badan yang basah karena keringat dan air dari cucian itu seakan menarik mataku, birahi di dalam diriku mulai bergejolak, kaki yang berbulu dan betis yang kekar tidak luput dari incaran mataku, tanganya yang sering di taruh ke atas untuk memcuci bagian atas mobilpun membuat aku tidak karuan, tidak hanya ketiak yang berbulu tipis tapi beberapa otot yang cukup besarpun seakan membuat diriku ingin menikmati tubuhnya yang bagus ini. Dia merasa senang aku ajak berbincang, tetapi aku takut menggagu pekerjaanya, sedikit ku tanya lebih dalam tentang kehidupanya, ternyata dia anak yang baik, jikala napsu sedang menghadang, dia hanya menggunakan tanganya dan bukan mencari wanita yang siap untuk melampiaskan napsunya.

Perjaka ternyata pria yang sedang ku nikmati tubuhnya ini oleh mataku, hingga saat dia membersihkan sela sela kotoran di ban mobilnya, aku perhatikan tonjolan yang keluar dari boxer yang dikenakanya, pria ini tidak menggunakan celana dalam lagi, jadi hanya boxer saja yang menutupi kejantanya. Kesempatan demi kesempatan tidak aku lalui, rokok pun sambil terus ku hidupkan, aku berusaha untuk melihat jelas kepala batang kontolnya yang besar walau dalam keadaan sedang lemas, masih saja kami mengobrol hingga dia selesai mencuci angkotnya dan memansakanya, taklama dia masuk untuk mermbersihkan bagian dalam, akupun mengikutinya berniat untuk membatu, dia malah menyuruhku duduk di depan sambil menyalakan lagu di radio yang berada depan di depanku.

Setelah beberapa menit, akupun melihat kearah belakang, ternyata dia sudah selesai memebersihkan bagian dalam mobil dan kini sedang memojok di belakang sambil beristirahat  melonjorkan kaki, segera kubukakan minuman dingin yang ku beli tadi di mini market, ku berikan sambil ku duduk di depanya, lagu santai yang mengiringi kita berdua di dalam mobil semakin membuat aku menjadi napsu kepadanya, badan yang ku dari tadi kini terlihat begitu jelas sehingga membuat lidah ini sudah tidak sabar untuk menjilatnya, kontolkupun bangun tanpa perintah dan menegang seiring ku memandang dari raut muka badan hingga jendolan batang kontol di boxer yang ia kenakan.

Entah ide mana yang harus kugunakan saat itu, spontan aku memegang otot yang ada di tanganya itu, sedikit basah dan lengket saat kurasakan, dia mengarahkan penglihatanya kepada mukaku, dirikupun takut akan marah, segera aku memuji sambil terus memegang dan meremas tanganya yang kuat itu, sambil terseyum dia bertanya apakah dirinya gagah dengan postur seperti itu, setelah ku merasa ideku berjalan, aku terus memuji sambil ku pindahkan tangan ke bagian dadanya, puting yang kecil itu aku segajakan untuk di tersentu oleh jermari-jemariku, dia sedikit protes dan menutup dadanya oleh tanganya sendiri sambil tertawa malu.

Kini pahanya yang menjadi incaran dari jariku, masih dalam keadaan ku memuji dan alunan lagu berganti dengan sendirinya, dirinyapun sadar akan diriku yang tertarik kepadanya saat itu, dia segera bertanya apakah diriku tidak pulang ke rumah karena waktu sudah menunjukan hampir pagi, jariku yang masih meremas pahanya yang keras sexy walau basah itu segera aku membalas karena merasa suntuk dan tidak ada teman tidur, entah keberuntungan atau apa, aku merasa dia tidak menghiraukan perilakuku kini, masih dalam keadaan menyender ke bagian belakang angkot, dia menutup mata sambil terdiam, dirikupun masih asik menikmati pahanya ini oleh jari tanganku, karena napsu yang semakin menjadi-jadi, kuarahkan jariku untuk menyentuh bagian dari kontolnya itu, diapun segera bangun dan melotot melihatku, seperti marah dan tidak suka karena ulahku, segera aku meminta maaf sambil memberikan seyum.

Dia masih merasa kaget dan aneh, ada pria suka akan pria, tapi ku menegaskan bahwa aku napsu dan sangat ingin bersetubuh saat melihat dan memperhatikan dirinya, akupun jujur karena aku salah satu pria penikmat pria di dunia ini. Akupun suka akan menghisap dan di sodomi oleh kontol para pria, sedikit ku berjujur tentang diriku kepadanya, diapun seakan tidak mengerti, tapi aku menawakan kepadanya bagaimana jika untuk mencobanya, dia melihat kosong ke arahku, sambil ku terseyum dan tidak membuang waktu lagi, aku segera meremas kembali batang kontolnya, setelah ku buka celananya dan metarik keluar, kontol yang berlum disunat itu segera ku lahap dengan lidah dan mulutku sambil ku pergang erat oleh tanganku.

Sedikit bau khas pria kucium saat itu, tapi tidak mengurangiku untuk menghentikan napsu hisapan dari muluku, hingga gini kontolnya sudah masuk penuh di dalam mulutku, aku merasakan perbedaan yang cepat dari kontolnya ini, urat-urat yang keras dan batang yang membesar membuat aku semakin napsu dan liar untuk menghisapnya, sedikit dia menolak dan menahan kepalaku, tapi tetap kupaksaan hingga dia benar benar menikmati dan jatuh dalam birahi oleh ulah mulutku kepada kontolnya, kini dia membuka lebar bagian kakinya, hingga aku bisa melihat jelas kontol dan buah zakarnya yang bagus tepat di depan mukaku, kini dia merasa enak dan nikmat, setelah akhirnya dia dibuat telanjang dan birahi olehku, diapun segera menarik kepalaku keatas.


Terpikir dibenakku saat itu, apakah benar-benar dia ingin menghentikan ini semua, tapi itu tidak terjadi, benar nyatanya aku di suruh untuk masuk kedalam kontrakanya, selain tidak jauh dari dia memarkir mobil, akupun segera turun dan menaruh motor di halaman kontrakanya, setelah dia memastikan aman di luar, pintu kamarnyapun di bukakan dan kita masuk kedalam berdua, kini dia berbaring di atas kursi sambil membuka celana boxernya tadi, segera ku kunci dan ku matikan lampu, aksiku untuk membuat birahi diapun di lanjutkan kembali, sambil ku buka baju, kontolnya yang besar dan tegang itu membuat terlihat seperti yang sudah disunat, dirinya meyakinkan diriku untuk mau melakukan ini semua, sambil ku mengangguk aku segera menghisap kembali batangnya yang di sodorkan kepada mulutku, jermari ku tidak tinggal diam, pentil yang ada di dadanya dan tanganya yang berotot itu aku belai dan ku remas, ternyata dia menikmati semua permainanku, buah zakar yang ku telan satu demi satu dan muka yang ku raba terus-menerus itu seakan membuat dia pasrah dan sudah tidak kuat lagi menahan carian birahi yang membasahi mulut dan lidahku.

Kini ciran yang tercampur dengan liur di dalam mulutku aku telan habis sambil mengocok kontolnya yang berdenyut itu, aku menarik kedua kakinya ke atas, sedikit enggan dan canggung dia rasakan, tapi kini sudah basah semua bagian pantat hingga lubang duburnya, karena napsu dan birahi ini yang memuncak, aku sudah tidak memikirkan lagi bahwa itu kotor, walau terlihat bersih dan tidak berbau, bulu bulu di garis pantatnya semua layu oleh ulah lidahku yang membanjirinya, kini dia berdesah secara terus menerus, akupun memasukan jemariku kedalm anusnya, dia menolak dengan tegas, aku sadar akan itu dan aku tau bahwa pria ini hanya mencari lubang, hingga entah berapa lama ku habiskan air liurku di bagian tubuhnya, kini aku bangun dan membuka celana, segera keadaan kamipun telanjang bulat berdua, akupun duduk di atas kasur dan mengangkat kaki untuk memberitaukan bahwa aku siap untuk dia nikmati malam ini dan berharap dia segera menyodomi pantatku yang sudah berdenyut dari tadi.

            Setelah dia sadar bahwa diriku minta untuk di sodomi, segera dia menghampiri ku, tanganya mengambil lotion saset yang tergeletak di pinggil kasur itu, dan bantal ku simpan untuk mengangkat pantatku, supaya gampang dia memasukan kontolnya yang besar dan tegang itu kedalam lubang anusku, setelah dia melumuri kontolnya dengan lotion di tanganya kini kami basah oleh keringat masing masing, kontol yang besar itu di masukan perlahan olehnya kedalam anusku, sedikit ku dorong pantatnya oleh tanganku, kini masuk sudah semua batang dari kontol yang besar itu, sedikit perih dan sakit kurasakan membuat dia menahan sebentar untuk tidak menggesekanya, akhinya aku bisa nyaman oleh kontolnya dan terlihat ku sudah menikmati dan santai, kini dengan kasar dia meyodomiku, desahan yang keras semakin membuat aku menikmati dan terhanyut akan birahi kita berdua.

            Aku sadar bahwa pria perjaka ini baru pertama kami memasukan kontolnya kedalam lubang, hingga aku harus terus membimbingnya sedikit demi sedikit, tapi tanpa pelajaran yang panjang, kini dia pandai memainkan kontolnya di dalam lubangku, masih saja dengan kasar dia menghantam dan menikmati duburku, tanganku sibuk akan memaikan puting dan meraba badan serta tanganya yang dibuat untuk menopang tubuhnya di atas kasur, hingga ku rasakan cucuran keringat di dadaku, akupun menahan pahanya untuk menarik kontolnya dari anusku, berniat berganti posisi, dia tetap memekasaku untuk bertahan di posisi itu, apa boleh buat, aku kini pasar oleh ulahnya, merasa dia puas akan tubuhku, kini diapun menjulurkan lidahnya di dalam dadaku, sungguh nikmat yang tidak terbayangkan, kini keringatku yang tercampur oleh keringatnya menjadi landasan lidahnya yang liar itu, ku rasakan betapa geli dan nikmat saat dada hingga leherku di buat basah olehnya, aku segera mengangkat kepalanya dan menaruh di atas kepalaku.

            Kontol yang masi asik di lubangku, membuat aku tidak bisa menahan semua dari napsu dirinya, dengan niat ku ingin menikmati lidah dan bibirnya di mulutku, segera dia menancapkanya mulutnya di dalam mulutku ini, arom rokok dan rasa hangat membuat sensai tersendiri di mulutku, sambil terus dia menyodomi pantatku, aku peluk erat bagian badanya, sementara dia sibuk menciumiku, kontolku yang tergesek oleh perutnya mengeluarkan carian birahi dan membasahi badan kami berdua, aku merasa betapa kuatnya pria ini menyodomi pantatku. Dengan kasar dan terus-menerus dia menancapkan kontolnya di lubang pantatku ini.


            Akhinya kurasakan dia sudah mulai menuju kelimak, raut muka dan desahan yang mengeras membuat aku yakin bahwa itu sebentar lagi membawanya ke inti dari hubungan sek kita, masih dalam posisi berpelukan, aku menarik kembali kepalaya dan menjilati lidahnya sambil ku katakan bahwa diriku ingin menelan air peju dari kontolnya, setelah itu dia menarik kontolnya dan memeberikanya kepada mulutku , aku segera mengambil tisu dari kantong celanaku, setelah ku bersihkan segera ku hisap sambil ku kocok dengan cepat, diapun menggeram ke enakan dan memberi tau bahwa pejunya akan segera keluar, dengan sigap mulutku menelan habis kontolnya hingga ke kerongkonganku, dan ternyata, deras dari aliran peju di kontolnya terasa di lidahku dan muncrat masuk ke dalam kerongkonganku.

            Dia mengegrakan badanya sambil meraih kursi oleh tanganya, karena aku tau dia begitu sangat puas dan mnikmat, ku telan habis akhirnya semua peju yang banyak itu dari kontolnya, bukan hanya memenuhi rauang mulutku tapi sampai keluar dan membasahi dagu serta dadaku, seakan dia menahan mulutku dari kontolnya, aku tetap memaksa menghisap hingga dia benar benar lemas dan merasa kebal, akhinya ku lepaskan kontolnya yang masih tegang itu, gini aku mengocok di depan badanya sambil duduk di pangkuanya, dia aga sedikit risi akan perilaku saaat itu, tapi aku terus mengocok hingga muncrat semua peju di badanku dan mengenai beberapa bagian badanya, sambil ku raih pundaknya, aku merasa begitu puas dan tersalurkan akan birahi ku malam ini. Kontol yang menegang dan pantat yang berdenyut ini kini sudah terbayar oleh supir angkot ini.

            Tak lama dari itu dia menarik kepalaku dan melumuri kembali lidahku oleh liuirnya dan menghisp bibirku oleh bibirnya, sabil tanganya memeluk badanku yang lemas, kamipun beristirahat sejenak, dia menyuruhku untung tidur malam ini di tempatnya, setelah kita kembali dari kamar kecil, akupun tidur di sampingnya sambil memeluk dan memaikan kontolnya kembali. Sambil terus membayangkan dan terus menikmati sisa sisa hubungan sex kita, akhinya tidak lama dari kita tidur, dia meminta aku untuk mengulangi semua kejadian tadi kepadanya.

            Dengan senang dan suka rela, aku puaskan napsunya yang kedua dengan begitu liar, kini aku siap dengan permainan kasar temanku ini, hingga malam berganti pagi, kamipun habiskan berdua di kamar tanpa ada yang menggangu. Segera ku pamit dan pulang, setelah kontolku terpuaskan dan pantatku termanjakan, aku kini sudah siap-siap untuk kembali belajar di kampus. Sambil terus melihat mukanya di handphone ku, aku masih saja menikmati sisa – sisa kenikmatan bedua bersamanya.

            Sampai kini kami masih sering berhungungan walau sering kasar dan liar aku tetap menikmati dan melayaninya, walau aku berpikir apakah dia berubah menjadi seperti diriku semenjak malam itu, atau hanya membuat diriku sebagai pelampias dan budak napsunya, tapi aku tidak pernah mempertanyakan kepadanya, walau jujur aku main sex bukanhanya dengan dirinya sendiri tapi hanya dia yang membuat aku bisa main sampai berkali kali sehari bahakan setiap aku merasa birahi, di saat dia senggang dan santai di kamar kontrakanya. Maaf  jika aku lancang memeberitukan cerita ini kepada orang lain, semoga dia tetap mau mengantam pantatku oleh kontolnya, terima kasih TOMS.

Monday, January 13, 2014

Nikmatnya Teman Sendiri ( Gay Story )


           

            Daerah yang dingin ini merupakan tempat aku sekarang bekerja, karena panggilan yang mendadak akupun harus segera mencari tempat tinggal yang tidak begitu jauh dari tempat ku bekerja. Roni nama asliku, sudah hampir satu bulan ini aku pindah kota, walaupun masih buta akan jalan dan daerahku sekarang, setelah aku mendapatkan tempat tinggal sementara akupun berusaha bergaul dengan orang sekitar, jalan demi jalan aku hapalkan. Penjaga warkop, tukang ojek di pengkolan, penjual warung nasi di sebelah dan beberapa yang sering kusapa akhirnya berkenal dekat denganku.

            Hujan deras dari sore tadi membuat ku sedikit kedinginan di dalam kamar, berniat keluar untuk mencari minuman hangat, akupun segera mengambil payung dan melangkah menuju warkop di pudunan jalan. Sampai disana hanya ada si bapa penjaga yang biasa sendiri, setelah memesan akupun bersantai sejanak sambil memainkan hp yang ku bawa di saku celanaku, twit demi twit dan inbox di fb aku balas satu persatu. Karena aku pria bisex sudah wajar sepertinya aku memiliki 2 akun yang bebeda pada setiap situs sosial.

            Tak lama dari ku membalas semuanya, masuklah seorang pria bertubuh besar yang kehujanan dan basah kuyup, sambil menggigil dia memesan sama seperti diriku kepada bapa penjaga warung kopi yang sedang asik menonton tv, ku perhatikan sejenak sepertinya dia orang baru di daerah ini. Karena akupun merasa kesepian pada saat pertama kali ke daerah ini, akupun berniat mengajak menyapa dan ngobrol kepadanya. Ternyata benar dugaanku, pria asal bali ini sedang mencari kerja karena di tepat yang dulu dia di pecat dengan alasan yang tidak masuk akal.

            Sedikit menyedihkan dengan cerita yang kudengar dari dia, pria ini tidak hanya di keluarkan dari tempat kerjanya, ditinggalkan oleh istinya dan di campakan keluarganya itu adalah semua hal yang sedang dialaminya, dengan modal pas-pasan dia berniat untuk mencari dan merubah dirinya dari awal. Setelah minuman ku habis, ku ajak dia untuk menginap di kamarku, ya itung-itung menemaniku. Diapun menerima ajakanku, setelah membayar semua minuman akupun segera mengambil payung dan kami keluar menuju kostanku. Di perjalanan ku dari warung tadi sampai ke kostaku, aku cukup dekat dengan pria yang baru ku kenal ini, karena hujan yang cukup deras dan payung kami hanya satu, aku bisa memperhatikan pria diasampingku ini, entah apa yang membuat diriku seakan ingin memeluknya, jiwa yang tanpa rasa gini menjadi birahi, bulu bulu tipis di pipinya dan kumis yang membuat seakan dia terlihat dewasa membuat diriku menjadi salah tingkah. Dengan model rambut satu centi dan kulit sawo matang membuat pikiranku semakin berhasrat kepada pria berperawakan cukup besar ini.

            Sampailah di depan gerbang, kamipun melangkah menuju kamarku di lantai 2, di lantai ini baru terisi 3 kamar dengan jeda 1-2 kamar kosong. Ku buka kunci dan segera kuambil handuk, semenrara dia masih aga malu dan terdiap di depan pintu kamarku, ku tarik tanganya yang basah itu agar masuk kedalam, akupun merasakan bulu tangan yang begitu lebat, seakan aku diberi bonus oleh kesempatan ini, akupun segera mempersilahkan dia untuk membersihkan diri di kamar mandi terlebih dahulu, setelah dia masuk dan menyimpan barang bawaanya di dalam lemari, sedikit pikiran nakalku muncul secara tiba-tiba, ingin rasanya melihat badanya yang besar itu bugil di mataku untuk dapat ku nikmati

            Setelah terdengar dia sedang mandi, akupun segera berusaha melihat apa yang ada di dalam kamar mandiku saat itu, lubang kunci yang kecil seakan membuat diriku semakin penasaran dan ingin terus melihat kedalam, badan yang gempal padat dan berisi itu sedang di basahi air dan di lumuri sabun dari tangan pria yang ku kenal dari bali ini, dadanya yang lapang tanganya yang berotot dan kaki yang kuat seakan membayar keinginaku, tapi dari semua yang kulihat satu yang menyita perhatiaku, batang kontol yang lemas dan berukuran cukup besar membuat lidah ini tidak mau diam, serentak dengan birahi dan napsuku yang keluar, hidup pula kontolku yang sudah mulai menegang ini. Sungguh pemandangan yang indah dan tidak ingin kulewati.

            Dengan keadaan ku masih mengintip dan penuh napsu, akupun segera mengontrolnya, malu dan takut akan ketahuan olehnya, segera ku kembali keatas kasur dan mengunci kamarku, kunyalakan tv dan aku mulai bersantai, taklama pria yang bernama Anton itu keluar dan datang kehadapanku, dengan hanya menggunakan handuk yang ku berikan, jelas ku lihat badan yang kekar dan sexy serta raut muka yang dewasa membuat aku seakan terdiam sejenak dengan pemandangan ini. Segera dia mengambil celana dan baju di tas yang ada di dalam lemari itu. Masih dalam keadaan ku menikmati setiap detail badanya, dia segera membelakangi ku dan membuka handuk putih yang di kenakanya, lekuk badan dan garis pantat serta bulu-bulu di pahanya itu membuat tangaku tidak tahan untuk menyentuh dan mencengkramnya.

            Kusuruh untuk bersantai di sampingku, setelah dia menaruh handuk di tempatnya kembali, akhinya dia duduk di sampingku, dengan seyum dia bertrima kasih, karena diriku sudah mau menerima di kost ini dan berperilaku ramah kepadanya, rasanya dia berhutang budi kepadaku, ku bantah semua perkataan itu, karena aku meraskan bagaimana keadaan dia sekarang, akhinya kita bersantai dengan di temani rokok dan acara di tv, ku suruh dia untuk tidur di sisiku, malam menunjukan pukul 10 lebih, tersadar ku melihanya ternyata dia sudah tertidur pulas, mungkin karena kecapean seharian berjalan, akhinya segera ku matikan tv dan lampu kamar.

            Selimut yang hanya ada satu inipun aku bagi berdua bersamanya, tapi mata dan pikiranku sedang menginginkan sesuatu darinya, kulihat dia sedang telentang dengan posisi kedua tangan dibelakang kepala, kuliat jiplakan badanya yang sexy dan kuat itu, diriku yakin dia rajin berolah raga, kulit yang kencang dan urat yang keras semakin  membuat diriku tau kebiasaan dia waktu dulu. Kuposisikan badan menuju kasur dengan kepala melihat mukanya, perhatian demi perhatian tertuju kepada pria bali ini. Apakah ini kesempatan bagiku, napsu yang sudah pudar itu kembali menguasai diriku, bagaiaman caraku untuk menikmati ke elokan tubuh temanku ini, karena cuaca yang dingin diluar aku berpura-pura untuk memeluk badanya dengan tangan kananku, ku tutup mata segera agar dia mengiraku sedang tertidur, tapi apa yang kuterima, ternyata dia hanya diam saja tanpa reaksi apapun dari ulahku.

            Karena posisi tanganku sedang berada tidak jaug dari ketiaknya, kurasakan bulu tipis dan lekukanya begitu nikmat, napas yang keluar dan aroma kas pria dari hidung dan ketiak yang ku cium saat itu seakan aku semakin ingin menyantap tubuhnya, semakin kudekatkan badan ku walau saat itu hati sangat takut dan malu, akupun akhinya bisa memeluknya dengan erat tubuh besar dan kuat ini, pikiranku yang terus terbayang-bayang bercinta denganya ini membuatku tidak sadarkan diri, ternyata dia sudah terbangun dari tidurnya dan sedang memperhatikan mukaku dan ulahku kepada tubuhnya.

            Akhinya ku membuka mata dan melihat mukanya, betapa kaget dan sungguh malu sekali saat itu dan segera ku lepaskan genggamanku dari badanya, dengan berusaha ku terseyum kepadanya, diapun membalas senyumanku itu, tanganya yang kuat segera mengambil badanku dan memeluknya dengan erat, perasaan aneh dan kaget serta takut saat itu terbayar sudah dengan apa yang dialakukanya kepadaku, mulutnya yang basah mencium dan menghisap lidahku, aku rasakan begitu nikmat, lidah dan liurnya yang masuk kedalam mulutku kini membuat aku birahi dan hanya bisa terdiam serta mulai menikmati awal permainanya, ternyata berawal dari keberanianku akhinya aku mendapatkan apa yang ku inginkan dari tadi.

            Dengan posisi masih dia atas kasur, dia dengan lahap dan napsu menciumiku, tidak hanya bibir dan lidah terlinga dan pundaku kini basah oleh perbuatan lidahnya. Sementara tangnya mulai masuk ke dalam celanaku dan meraih pantatku, aku sudah pasrah akan napsu temanku. Dia menyuruhku untuk membuka semua yang kukenakan tanpa satupun, dengan posisiku berdiri, segera lidahnya mencium dan menjilati pantatku, di tarik kedua kakiku dan dibungkukanya badanku, kini lubang duburku menjadi sasarnya, desanku yang keluar mambuat raut muka yang penuh napsu itu semakin liar membasahi dan menjamah pantatku, kontolku yang menegang dan sudah keras ini pun menjadi bahan kocokan tanganya, tepian duburku dan pantaku yang dia hisap terus menerus, seakan membuat diriku tidak bisa menolak kenikmatan yang menghampiriku.


            Masih kunikmati sapuan demi sapuan lidahnya, kini dia memintakuu untuk berbalik, kontolku dihisap dan di telan masuk semua kedalam kerongkonganya, sungguh beruntung nasibku, napsu dan birahi ini bisa aku lampiaskan kepada pria yang sedang melayani ku saat ini, sambil dia berusaha membuka pakaianya, jemarinyapun diamainkan di dadaku, puting dan dadaku kini jadi bahan pelampisanya, semakin saja birahiku memuncak sehingga cairan napsu pun keluar dari lubang kontolku dan tercampur oleh air liurnya, walau masih dalam mulutnya yang haus akan batangku, kurasakan dia menghisap terus dan menelan apa yang baru ku keluarkan, lidah gigi dan ruang mulutnya seakan memanjakan kontolku yang menegang ini, akhinya kini kita berdua telanjang bulat tanpa ada sehelai benangpun.

            Badanya yang kekar di telentangkan di atas kasur, seakan dia meminta pembalasan dari ulahnya kepadaku tadi, tak lama akupun segera memanjakan lidahku di dadanya, dada yang kuat dan berotot itu gini ku penuhi dengan air liur sendiri yang keluar trus dari sapuan lidahku, kontolnya yang menegang keras dan membersar itu takluput dari tanganku yang sudah gatal ingin memainkanya, ku pengan semua bagian demi bagian tubuhnya dengan napsu ini, desahan kini keluar dari mulutnya, jelas dia menikmati semua yang kulakukan kepadanya, hingga gini lidahku mendarat di perutnya yang sedikit gempal ini, ku cium dan ku jilati dengan lidah ini, sampai dengan bulu kemaluan yang habis tak tersisa oleh mulutku, batang itu kini sudah di dalam mulutku dengan posisi ku memaju mundurkan kepalaku, kedua tangannya kini menarik dan mencelupkan kepalaku kedalam kontolnya, aroma kemaluan dan urat yang keras itu semakin ku rasakan di tiap tiap bagian mulutku, buah zakar dan pahanyapun tak lepas dari incaranku.

            Segera dia beranjak dan mengambil dompetnya yang berada di saku celana yang tergantung di kamarku, aku tau dia akan mengambil alat pengaman, syukurlah jika itu terjadi, walau bagaimanapun dalam hubungan alangkah baiknya jika kita bersikap aman. Kuraih dan ku pasang kondom itu ke dalam kontolnya, seakan dia masih ingin merasakan mulutku untuk menghisap batangnya kembali, tanpa perintah segera kontol yang sudah terpasang kondom itu kini ku mainkan kembali di dalam mulutku bersama lidahku yang terus menerus menjilati urat dan kepala kontolnya yang sudah berdenyut-denyut, tanganya kini mendorong ku hingga diriku tertidur diatas kasur itu, kakiku diangkanya dan diaganjalnya punggungku oleh bantal yang dia ambil di sampingnya. Perlahan kontol besar itu dimasukan kedalam anusku, kurasakan mulai dari kepala batang hingga gini masuk semua kontolnya di dalam lubangku, sedikit rasa pedih dan sakit ku rasakan saat itu.Aku menahan dan berusaha untuk menikmatinya.

            Dengan menyakinkan diriku sudah merasa nyaman, segera dia memelukku erat sambil mecium bibirku dan menghisap lidahku yang terbuka ini, segera dia gesekan maju mundur badanya seiring dengan kontolnya yang terus menyodomi lubang pantatku, desahan kita bedua karena kenikmayan yang terus menerus membuat badan kita penuh akan keringat, kontolnya yang besar itu kini masuk dan keluar dengan cepat di dalam pantatku, urat urat dan rasa hangat begitu terasa di duburku,  nikmat dan birahi yang penuh akan napsu ini seakan membuat diriku dan dirinya tidak dapat menahan semua rasa ini. Lidahnya yang meraih telingaku sementara diriku yang meraih pantatnya oleh kedua tanganku untuk terus meminkan kontolnya di lubangku membuat aku sudah tidak ingat apa apa, dan hanya merasa akan terpenuhi hasrat dariku oleh perbuatan temanku ini.

            Kini dia membuat diriku untuk duduk di pangkuanya, sambil ku masukan kontol kedalam lubangnya, giliranku sekarang untuk memanjakan kontolnya oleh lubangku, ku naik dan turunkan pantatku sambil terus saling berpelukan dan saling menciumi bibir masing masing, ku rasakan begitu nikmat dan puas, segera dia menarik badanya dan badanku yang masih tertancap pada kontolnya, kini dia menahan tubuhnya ke dinding tembok kamarku, sementara aku masih menikmati kontolnya di dalam pantatku, dia segera memberitahukan bahwa pejunya yang mau keluar sudah tidak bisa di bendung lagi, segera ku lepas dari isapan duburku, kini kondom yang dikenakan sudah tidak menepel lagi di kontolnya, dengan jemariku yang meraih dada dan pentilnya yang keras, ku hisap kembali kontolnya yang sudah ingin mengeluarkan aliran peju itu, benar nyatanya tak lama dari mulutku bermain dengan kontolnya ku rasakan derasnya cairan peju yang keluar dan kini memenuhi mulutku, aku tidak terbiasa akan menelanya. Tapi muncratan akan peju yang hangat dan berwarna putih itu membasahi badanku dan masuk kemulutku berkali-kali.

            Dengan desaha yang terus keluar karena napsu dan birahinya yang sudah tercapai melalui peju yang ada di mulutku ini sekarang, dia segera memintaku untuk mengeluarkanya di kedua tanganya, cairan peju yang kental dan air liurku sekarang dia lumuri di kontolku yang tegang dan sudah ingin merasakan sama dengan temanku ini, dengan muka yang masih birahi dia segera mengocok dan memaikan jari tanganya di duburku, 3 jari tangan kini masuk kedalam duburku yang sebelunya teroleskan air penju miliknya dan air lirku, seakan membuat diriku sudah tidak kuasa lagi, kini dengan mulutku yang membritahukan dia bahwa aku sudah mau mencapai kelimak, segera dia menarik tanganya yang tadi secara terus menerus mengocok kontolku, mulutnya segera menghampiri dan menghisap habis kontolku yang berujung dengan keluarnya cairan putih hangat sama seperti milik dirinya, seiring desanku ku karena kenikmatan yang benar benar tidak bisa terbayar oleh apapun, masih dalam keadaan jari di dalam duburku, kini dia menelan habis semua yang aku keluarkan tanpa menyisakan sedikitpun.


            Raut muka yang senang dan puas akan hubungan ini jelas nampak di muka kita masing-masing, hingga akhinya kami saling berpeluk erat dan dia menciumi ku dari leher hingga bibirku yang terus mendesah oleh kenikmatan yang baru aku rasakan. Sampai diujung kita lemas berdua di atas kasur, karena keringat dan udara menjadi panas, kamipun berdua segera menuju kamar mandi untuk saling membersihkan diri.

            Akhir dari semua yang kualami dengan dia, ternyata Anton menjadi patnerku bersenggama selama aku di kota itu, hampir dua kali seminggu aku melakukan hubungan terlarang ini bersama dia, karena kini dia sudah mendapat pekerjaan yang merasa cukup untuk dirinya, akupun segera kembali ke kota asaku karena masa kerjaku sudah habis. Setiap bulan kita sering bertemu entah dia menuju rumahku di kota ini atau diriku yang menyempatkan datang ke kota diaman dia tinggal sekarang, walau tidak ada hubungan antara kami yang serius, aku Roni dan dia Anton menjadi sahabat yang kini masih saling berhubungan hingga cerita ini ku kirim kepada temanku.